Prosesku untuk Tetap Menulis
Menulis menjadi sebuah terapi bagiku. Apapun bunyi tulisan yang dihasilkan oleh jemariku adalah menjadi salah satu cara bagiku untuk merelease apa yang seharusnya kudokumentasikan. Kadang-kadang tulisan itu bermakna dan bermanfaat untuk orang lain. Namun tidak jarang, itu hanya bisa dimengerti oleh diriku sendiri.
Aku menulis dengan perantara keyboard untuk beberapa jejak digital, yaitu tulisan di beberapa blog yang kumiliki. Namun, sering juga aku menulis dengna pena di buku-buku yang biasa kubeli. Buku tulis yang biasa disebut kuarto. Biasanya setebal 200 halaman. Buku menjadi tempat aku menulis apapun yan gingin kutulis. Dan bahkan kadang-kadang ada gambar semacam daun atau sulur-sulur. Itu mungkin memang katarsisku.
Aku benar-benar membuat aktivitas menulis menjadi salah satu cara agar aku tetap sehat. Apalagi di masa Pandemi ini, di mana hampir sebagian besar waktu jam kantorku kuhabiskan untuk duduk di kursi kerjaku. Berbagai tulisan dengan beraneka rupa jenis dan genre tercipta. Aku berdoa semoga tulisan-tulisan itu bermanfaat.
Entah kini atau nanti. Itu yang membuatku merasa harus tetap menulis. Menjadi bagian dari prosesku untuk tetap menulis. Harapan untuk memperoleh kemanfaatan.
Allahu a'lam.
Komentar
Posting Komentar