Pentingnya Menetapkan Impian

Tahun ini, di bulan Oktober kelak, insyaallah usia saya akan memasuki 45 tahun. Allah SWT karuniakan umur yang panjang dan semoga barokah. Dan ada banyak hal yang belum terdokumentasi secara sengaja oleh saya. 
Saya berazzam mencicil menuliskannya agar kelak bisa bermanfaat untuk yang membacanya. 

Pada saat ini alhamdulillah saya telah berkeluarga dan dikarunia 2 orang anak. Mungkin biasa saja sepertinya, tapi jika dilihat dari sudut pandang yang belum dikarunia putra maka harusnya saya sangat mensyukuri telah dikarunia dua buah hati yang saat ini baru saja melewati ulang tahun yang ke 20 dan ke 17 kurang lebih dua bulan lalu. 

Banyak hal yang telah kami lewati. 
Dan kali ini saya akan coba bahas mengenai pentingnya menetapkan impian. Sejak sekitar tahun 2007, saya mulai lebih intens menggambarkan impian-impian saya. Tak hanya seperti sekedar cita-cita masa kecil, namun mulai lebih detail.

Dari evaluasi pribadi saya mengenai menetapkan impian, saya jadi tahu bahwa memiliki dan memvisualisasikan impian itu penting artinya. Salah satu buku impian saya adalah berisi foto-foto yang menggambarkan apa saja yang saya rencanakan. 

Salah satu impian besar yang pernah saya tuliskan dan gambarkan adalah Ibadah Haji. Saya memang telah lama mengimpikan untuk berhaji ke Baitullah ini. Bahkan saya mulai menabung dari pecahan seribu rupiah sejak saya masih kuliah. Rasanya tidak masuk akal berhaji dengan mencicil dari seribu. Tapi itulah yang terjadi. 

Allah SWT realisasikan impian saya berhaji pada tahun 2009. Saat itu usia saya 33 tahun. Alhamdulillah..

Itu kenapa hingga hari ini, saya meyakini bahwa menetapkan impian itu penting. Bahkan untuk impian yang rasanya tak masuk akal untuk diraih. 
Allahu a'lam. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosesku untuk Tetap Menulis